Mengukur Pemulihan Bencana: Pelajaran dari Tahap Awal Pemulihan di Wilayah Pasca Tsunami Aceh, Indonesia


Dalam rentang waktu pemulihan pasca bencana yang sama, wilayah dengan tingkat kerusakan sedang dan berat menunjukkan perbaikan, namun wilayah dengan kerusakan ringan menunjukkan penurunan kondisi.

Program Penanganan Stunting Senilai USD $ 120 Juta Tidak Membawa Dampak Signifikan Terhadap Pengurangan Stunting!!!


SurveyMETER bersama dengan Mathematica Inc, Washington DC melakukan studi evaluasi terhadap Program Community‐Based Health and Nutrition to Reduce Stunting Project (Nutrition Project) yang di danai oleh Millennium Challenge dilaksanakan di 11 propinsi di Indonesia antara tahun 2014 dan 2018. Nutrition Project ini melakukan penanganan stunting secara komprehensif melalui dengan 3 kegiatan utama: 1. Program bantuan kesehatan dan pendidikan berbasis masyarakat, 2. Pelatihan tenaga kesehatan tentang pemberian makanan untuk balita dan monitoring pertumbuhan, dan 3.

Wujudkan Layanan Lanjut Usia Terintegrasi, Program “Lansia Girang Melinggih” Dilaunching

Selasa, 01/11/2022Gianyar, Bali

causes

Secara resmi di tahun 2021 Indonesia memasuki fase struktur penduduk menua yaitu memiliki persentase jumlah lanjut usia lebih dari 10%. Di tahun 2021 Indonesia telah mempunyai persentase jumlah lanjut usia 10,82% dengan jumlah 29.3 juta lanjut usia. Provinsi Bali merupakan satu dari delapan provinsi yang memiliki persentase jumlah penduduk lanjut usia lebih dari sepuluh persen tersebut, yaitu 12.71%.

Dr. Suriastini, Direktur Eksekutif SurveyMETER mengatakan mengingat sifatnya yang penting dan mendesak BAPPENAS menginisiasi pilot Layanan Lanjut Usia Terintegrasi (LLT) dengan menggandeng dukungan Teknis dari ADB dan dukungan dari pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan di lima lokasi di Indonesia. Lokasi pilot, dua di Bali yaitu di Desa Melinggih, Gianyar dan Kelurahan Pedungan, Kota Denpasar dan 3 lainnya ada di D.I. Yogyakarta. SurveyMETER mengkordinasikan implementasinya dengan di support oleh Konsultan National dan Konsultan International ADB. Mulai Bulan Februari 2021 sampai Mei 2022 dilakukan training pengembangan kapasistas dan implementasinya secara bertahap dilakukan setelahnya.

LLT adalah layanan terintegrasi yang proses integrasinya terjadi secara natural yang difasilitasi oleh manager kasus. Manager Kasus mengintegrasikan layanan yang sudah sudah atau sedang dikembangkan oleh Pemerintah Universitas/Institut/Lembaga Penelitian, LSM dan Masyarakat untuk meningkatkan pelayanan Holistik bagi lanjut usia secara terintegrasi dalam hal kesehatan, sosial dan ekonomi.

Lebih jauh Prebekel Desa Melinggih, I Made Diptayana, A.Md. mengungkapkan, di Melinggih disebut dengan Layanan Lansia Terintegrasi “Lansia Girang Melinggih” yang berarti “ Lanjut Usia Gianyar Ramah Aman dan Senang, dengan Menata Lingkungan Canggih”. Hasil pendataan terakhir per tanggal 4 Oktober 2022 yang dilakukan oleh Mahasiswa ITEKES Bali yang melakukan PKL Profesi NERS menunjukkan jumlah lanjut usia di Melinggih 1127 orang.

Lanjut usia yang lemah dan rentan, yang disebut dengan level 3 ada sebanyak 94 orang atau 8.3%. Sampai sekarang yang dilayani baru 13% saja. Lanjut usia yang mengalami beberapa gangguaan kesehatan dengan keadaan fungsional yang baik disebut dengan level 2 berjumlah 355 orang atau (37.50%) dan lanjut usia yang sehat disebut dengan level 1 berjumlah 678 orang atau (54.10%). Prebekel Melinggih juga mengajak para lanjut usia untuk tidak pesimis karean pemerintah Kabupaten dan Desa hadir untuk para lanjut usia.

Bertempat di Di Puspem Kecamatan Payangan, Minggu, 30 Oktober 2022, Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, SST.Par., M.A.P. diwakili Asisten II Melaunching Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) Desa Melinggih dengan pemukulan gong. Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, SST.Par., M.A.P. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Pemkab Gianyar mengatakan LLT Desa Melinggih menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memberikan layanan yang lebih baik pada lanjut usia. Pemerintah, komunitas, masyarakat dan keluarga perlu bahu membahu mewujudkan layanan yang lebih baik bagi lanjut usia.

Sementara itu rektor ITEKES Bali, I Gede Putu Darma Suyasa, Ph.D. mengatakan akan terus melanjutkan dukungan pada LLT desa Melinggih, setelah selama enam minggu terakhir mahasiswa ITEKES Bali melakukan PKL Profesi NERS di Desa Melinggih dan membantu berbagai kegiatan di LLT. Bagian kegiatan juga menjadi upacara penutupan PKL Profesi NERS ITEKES Bali. Pada kesempat ini Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Giayar, diwakili oleh sekretaris, Ibu Wayan Sriyani juga menyerahkan bantuan kursi roda. Acara dimeriahkan dengan penampilan bondres tentang LLT, tari pendet, janger, senam, yoga, wirama, kerajinan dan kuliner dari Lanjut Usia Aktif Desa Melinggih. (hd)

Sumber:

https://metrobali.com/wujudkan-layanan-lanjut-usia-terintegrasi-program-lansia-girang-melinggih-dilaunching/

Pemkab Sleman Konsen Berdayakan Lansia

causes

Kegiatan ini diselenggarakan kerjasama Survey METER dengan Universitas Katholik Atma Jaya Jakarta dan University of Southamtom,United Kingdom.

Workshop Diseminasi Analisis Ekonomi Digitalisasi Sistem Pengelolaan Program Imunisasi SMILE

causes

Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik (SMILE) merupakan tonggak bersejarah dalam upaya meningkatkan efisiensi program imunisasi di Indonesia. Sebagai kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI dan United Nations Development Programme (UNDP), SMILE dirancang sebagai solusi revolusioner untuk memastikan ketersediaan vaksin secara tepat waktu di seluruh negeri. Langkah monumental ini dimulai dengan peluncuran dan uji coba SMILE pada tahun 2018, yang menjadi landasan kuat untuk perjalanan panjang SMILE dalam mendukung program imunisasi.

Tanggal
06 September 2023

Kata Kunci
pendampingan lansia, layanan lansia di komunitas

Lokasi
Yogyakarta

Tipe
Berita

Penulis
SurveyMETER, Yayasan Karinakas



Share Artikel:

Laporan Studi Kesehatan dan Layanan Lanjut Usia di DIY

Cover laporan studi lansia 2023

SurveyMETER mendukung Yayasan Karinakas dalam melakukan studi dengan metode kuantitatif-kualitatif yang melibatkan penduduk setempat untuk pendataan situasi dan kondisi penduduk lanjut usia. Studi ini dilakukan di dua desa pilot Program Pendampingan Lansia, Desa Karangasem Kabupaten Gunung Kidul dan Desa Girikerto Kabupaten Sleman, pada Agustus sampai Desember 2022. Penduduk lanjut usia yang didata terdiri dari 1.294 perempuan dan 1.078 laki-laki, dengan komposisi dominan ada di usia 60-69 tahun.

Sebagian besar penduduk lanjut usia tinggal bersama anggota keluarganya, meski ada 222 penduduk lanjut usia yang tinggal sendiri. Proporsi pendapatan rumah tangga lanjut usia pun cukup memprihatinkan, 48,3% diantaranya mempunyai pendapatan rata-rata kurang dari 1 juta rupiah per bulan. Artinya, 42 dari 100 rumah tangga lanjut usia mengaku membutuhkan program bantuan sosial dan ekonomi, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan lain-lain.

Kondisi perekonomian rumah tangga ini berkelindan dengan tingkat ketergantungan yang membuat lanjut usia kian rentan. Di kedua desa pilot, satu dari tiga belas lanjut usia membutuhkan perawatan jangka panjang (PJP), seiring kemerosotan fisik yang mensyaratkan bantuan mobilitas, terapi, kontak sosial, dan kebutuhan sehari-hari. Namun, studi ini memaparkan kondisi sebaliknya, sebagian besar pemberi rawat belum membekali diri dengan perawatan jangka panjang lanjut usia. Semisal, sebagian besar anggota keluarga masih kesulitan berkomunikasi dengan lanjut usia yang mempunyai masalah komunikasi/kognitif. Selain itu, meski satu dari lima lanjut usia membutuhkan bantuan untuk mandi, makan, berpakaian sampai ke toilet, pemberi rawat justru belum mempunyai keterampilan mumpuni untuk ini. Ditambah lagi, jumlah lanjut usia mendapat layanan kunjungan rumah juga masih sangat memprihatinkan. Di Desa Girikerto, hanya ada tiga dari 1.252 lanjut usia menerima layanan kunjungan-rumah. Sementara di Desa Karangasem, dari 1.117 lanjut usia, tidak satupun menerima layanan serupa. Oleh sebab itu, studi ini merekomendasikan satu layanan terintegrasi untuk perawatan jangka panjang bagi lanjut usia yang secara sosial ekonomi rentan dan tergantung.

SurveyMETER sebagai pelaksana teknis studi yang bertanggung jawab dalam melakukan pengumpulan data dan menyusun laporan analisis terkait hasil temuan studi. Berikut tautan untuk mengunduh laporan studi ini.

pdf favLaporan Analisis_Studi Lansia_Karinakas_final_r.pdf

 

Tanggal
05 September 2023

Kata Kunci
Studi Anak Stunting-Kerdil, Penanganan Stunting, 8 aksi konvergensi

Lokasi
SurveyMETER

Tipe
Berita

Penulis
Ni Wayan Suriastini, Endra Dwi Mulyanto, Hendy Puspitha Prismasari, Danang Prasetya, Cici Permata Rusadi



Share Artikel:

Laporan Studi Dukungan Keluarga dengan Anak Usia 0-36 Bulan Tahun 2022

STUDI USIATahun 2019, dalam upaya penanganan stunting Pemerintah Indonesia meluncurkan strategi percepatan penurunan stunting dengan 8 aksi konvergensi yakni analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, perwali/perbup tentang peran desa/kelurahan, pembinaan KPM, sistem manajemen data, pengukuran & publikasi stunting, dan reviu kinerja tahunan. Dengan delapan aksi tersebut menjelaskan bahwa ada tiga pilar Stranas Stunting yang akan diperkuat dengan aksi konvergensi yaitu Pusat, Daerah, dan Desa/Kelurahan. Pada tahun 2021 pemerintah menetapkan 360 Kabupaten/Kota sebagai lokus intervensi.

Di sisi lain Bank Dunia, sejak tahun 2017, telah mendukung Pemerintah Indonesia dalam merancang dan mengimplementasikan kebijakan dan program gizi melalui dukungan untuk memperkuat respon multisektoral terhadap layanan dan Analisis Penasihat Program Gizi (Nutrition PASA). PASA bertujuan untuk menginformasikan kebijakan dan program dalam merespon masalah gizi dan memperkuat kapasitas pemerintah Indonesia untuk mengatasi kekurangan gizi melalui pendekatan multisektoral. PASA memberikan bantuan teknis lintas sektoral dan analisis yang kuat sebagai upaya bagi pemerintah Indonesia untuk mencegah dan mengurangi stunting.

Sejak diluncurkan, PASA telah mendukung Pemerintah Indonesia dalam penyusunan Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting (Stranas Stunting) menggunakan pendekatan konvergensi multisektoral untuk mencegah stunting dan mempercepat pengurangan stunting secara nasional. Stranas Stunting melibatkan berbagai Kementerian dan hampir US$4 miliar per tahun investasi dalam negeri Pemerintah Indonesia untuk intervensi khusus gizi.

Berdasarkan data Monitoring Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi menunjukkan, tahun 2020 prevalensi stunting nasional mencapai 10,9 persen dan kasus di Provinsi Jawa Tengah 13,1 persen. Sedangkan, tahun 2021 persentase nasional 9,5 persen dan Provinsi Jawa Tengah 9,5 persen, kemudian di tahun 2022 kasus stunting nasional turun menjadi 8,4 persen dan Provinsi Jawa Tengah 9,4 persen (Kemendagri RI, 2021). Jadi dapat dikatakan bahwa prevalensi stunting Provinsi Jawa Tengah berada di atas rerata nasional.

Beberapa inisiasi telah dilakukan oleh beberapa kementerian lembaga terkait pentingnya pola asuh untuk menurunkan stunting dan mendukung masa keemasan anak. Beberapa program kegiatan yang saat ini ada di Indonesia yang berhubungan dengan program dukungan pada keluarga dengan anak usia 0-36 bulan yang dilakukan oleh beberapa kementerian, yakni: (1) kementerian kesehatan dengan program posyandu balita, kelas ibu dan anak; (2) BKKBN dengan program Bina Keluarga Balita (BKB) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT); (3) Kementerian Sosial dengan Program PKH Ibu Hamil dan anak usia dini; (4) Kementerian Pendidikan dengan program Taman Penitipan Anak (TPA).

Bank Dunia (World Bank) bersama dengan SurveyMETER melakukan studi Dukungan Keluarga dengan Anak Usia 0-36 bulan yang dilakukan di Provinsi Jawa Tengah, berada di dua (2) Kabupaten (Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Tegal) dan tersebar di sepuluh (10) desa. Kegiatan ini dilakukan dari pertengahan Oktober 2022 sampai pertengahan November 2022.

Studi ini untuk mengetahui gambaran singkat terkait pola asuh dan stunting, ketersediaan jenis layanan program dukungan keluarga dengan anak usia 0-36 bulan dan bentuk dukungan dari desa, dimana hal ini untuk menjawab tiga (3) pertanyaan penelitian, yakni:

1. Apa saja faktor pendukung dan hambatan implementasi dan efektivitas intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif untuk anak usia 0-3 tahun di Indonesia?

2. Faktor interpersonal dan sistem apa yang mempengaruhi pemberian intervensi perkembangan anak usia 0-3 tahun di Indonesia?

3. Bagaimana orang tua dan pekerja pemberi pelayanan menggambarkan pengalaman mereka dalam peran masing-masing dalam sistem perkembangan anak usia dini dari intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif?

SurveyMETER sebagai pelaksana yang bertanggung jawab dalam melakukan pengumpulan data dan analisis dasar. Analisis dalam studi ini lebih difokuskan untuk layanan: posyandu balita, kelas ibu hamil, kelas ibu balita, Program Keluarga Harapan (PKH), Bina keluarga Balita (BKB) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta layanan lain terkait gizi.

Laporan studi ini menyuguhkan hasil analisis dasar dan beberapa temuan studi. Berikut tautan untuk mengunduh laporan studi ini.

 

Lowongan Asisten Peneliti Lapangan

Rabu, 30/08/2023SurveyMETER, Jenegan Raya 109 Maguwoharjo, Sleman, DIY

lowkerdes2

Form pendaftaran : https://surveymeter.org/formpendaftaranSP23

Download template CV yang harus diserahkan pada saat test/wawancara di sini

PERHATIAN !!

SurveyMETER menyelenggarakan perekrutan asisten lapangan hanya melalui aplikasi form pendaftaran di website. Kelengkapan isian form pendaftaran merupakan seleksi administratif tahap awal sebelum HRD SurveyMETER menghubungi pelamar via website, email, telepon, WA, atau SMS. Penjelasan terkait proyek, teknis pelaksanaan, dan hal-hal lain akan dijelaskan pada saat tes tulis dan wawancara.

Tanggal
27 Juli 2023

Kata Kunci
PAUD,Covid-19

Lokasi
SurveyMETER

Tipe
Buku

Penulis
Ni Wayan Suriastini, Fita Herawati, Cici Permata Rusadi, Dani Alfah, Indrawan Firdauzi, Setyo Pujiastuti, Sukamtiningsih.



Share Artikel:

Adaptasi PAUD Pada Masa Pandemi COVID-19

Cover buku PAUD_r

Pada Januari hingga Maret 2021, dengan dukungan Knowledge Sector Initiative (KSI), SurveyMETER melaksanakan Studi Adaptasi PAUD pada Masa Pandemi COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Studi ini mewawancarai lebih dari 1900 orang responden yang merupakan pengawas/penilik sekolah, kepala sekolah, guru, dan orang tua lewat phone survey. Selama pembelajaran daring, pemerintah membekali kepala sekolah, guru, dan orang tua sebuah modul pembelajaran PAUD dari rumah dengan mengutamakan keterlibatan peserta didik. Studi ini ingin menyoal sejauh mana intervensi kebijakan tersebut tepat sasaran.

Studi ini menggambarkan kesenjangan akses pengetahuan di antara pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini selama Pandemi COVID-19. Orang tua dan guru seyogyanya menjadi pemeran utama dalam pembelajaran PAUD dari rumah. Guru diharapkan membekali orang tua berbagai metode pembelajaran berbasis permainan sebagai adaptasi selama Pandemi COVID-19, seperti di 12 Modul Pembelajaran PAUD. Sayangnya, hanya sedikit dari mereka yang memanfaatkan atau mengetahuai modul pembelajaran tersebut. Sebagian besar pemilik modul dan partisipan pelatihan modul justru bukan dari mereka yang secara langsung mendampingi anak-anak usia dini belajar di rumah.

Berikut tautan untuk mengunduh buku tersebut, gratis.

 

Versi lengkap:

pdf2Adaptasi PAUD Pada Masa Pandemi COVID-19

Isi:

pdf2Cover Depan

pdf2Halaman ISBN

pdf2Kata Pengantar

pdf2Executive Summary

pdf2Daftar Isi

pdf2Daftar Tabel

pdf2Daftar Singkatan

pdf2Pengantar

pdf2Temuan Studi

pdf2Kesimpulan dan Rekomendasi

pdf2Referensi

pdf2Lampiran

pdf2Cover Belakang

 

Tanggal
24 Juli 2023

Kata Kunci
Kesehatan dan Lanjut Usia

Lokasi
SurveyMETER

Tipe
Buku

Penulis
Ni Wayan Suriastini, Endra Dwi Mulyanto, Dwi Oktarina, Sunar Indriati, Naryanta, Titis Putri Ambarwati, Agus Lesmana.



Share Artikel:

Mewujudkan Lanjut Usia SMART: Pembelajaran dari Studi Kesehatan Lanjut Usia Berbasis Komunitas

Halaman Judul Lansia 2023

Saat ini, Indonesia tengah menapaki populasi-menua, lebih dari 10% penduduknya berusia lanjut dengan persentase tertinggi 15,7% berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di ranah kebijakan, pemerintah mendorong agar penyedia layanan kesehatan berbasis masyarakat mampu mewujudkan penduduk lanjut usia yang Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif (SMART) salah satunya lewat skrining kesehatan. Pada 2021, SurveyMETER dengan dukungan Knowledge Sector Initiative (KSI) melakukan Studi Kesehatan Berbasis Komunitas dengan mewawancarai seluruh Puskesmas, 121 Posyandu Lansia, dan 1.010 Individu Lansia di DIY.

Studi ini mengulas cakupan skrining kesehatan lanjut usia yang belum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019, setiap lanjut usia berhak menerima skrining minimal sekali setahun. Cakupan skrining mengacu pada persentase jumlah lanjut usia penerima skrining kesehatan di Puskesmas yang sebagian besar belum mencapai 50%. Hanya ada dua skrining dengan persentase yang baik, indeks masa tubuh (51%) dan pengukuran tanda vital (54%). Selebihnya masih relatif rendah, seperti pemeriksaan zat putih telur (23%), hemoglobin (28%), gula darah (45%), kolestrol (44%), asam urat (44%), sampai status kognitif sebagai deteksi dini demensia (43%). Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran untuk mengutamakan skrining kesehatan lanjut usia di Puskesmas. Kondisi ini dibarengi dengan pengetahuan atas skrining tertentu yang masih terbatas. Semisal, pengetahuan masyarakat (Posyandu Lansia 6% dan lanjut usia 5%) tentang gangguan daya ingat sebagai gejala demensia cenderung rendah lantaran Puskesmas sebagai pengampunya pun demikian. Demensia terlanjur dinormalisasi sebagai proses penuaan yang dianggap tidak membutuhkan skrining dan penanganan medis. Keadaan ini mempertegas bahwa program lanjut usia belum menjadi esensial di Puskesmas, sehingga pelayanannya pun kurang maksimal, dan, bila diteruskan, bisa menghalangi terwujudnya penduduk lanjut usia SMART.

Selain temuan di atas, studi ini juga mengupas topik menarik lain seperti pelatihan geriatri dan perawatan jangka panjang di Puskesmas, maupun dinamika Posyandu Lansia dan kondisi lanjut usia.

Berikut tautan untuk mengunduh buku tersebut.

Versi lengkap:

pdf2Mewujudkan Lanjut Usia SMART

Isi:

pdf2Cover Depan

pdf2Halaman Judul

pdf2Kata Pengantar

pdf2Daftar Pelaksana Kegiatan

pdf2Daftar Isi

pdf2Daftar Tabel dan Gambar

pdf2Daftar Singkatan

pdf2Ringkasan Eksekutif

pdf21.Pendahuluan

pdf22.Metode Penelitian

pdf23.Karakteristik

pdf24.Temuan Studi

pdf25. Langkah yang Diperlukan Guna Mewujudkan Lanjut Usia Smart Berbasis Komunitas

pdf2Referensi dan Lampiran

 

 

Berlangganan Berita