Tanggal
15 Juli 2018

Kata Kunci
Kebijakan Kelanjutusiaan, Studi Demensia di Bali

Lokasi
SurveyMETER

Tipe
Laporan Penelitian

Penulis
Wayan Suriastini, Yuda Turana, Luh Ketut Suryani, I Wayan Sukadana, Bondan Sikoki, Firman Witoelar, Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Endra Dwi Mulyanto, M Roni Hermoko, I G. A. A. Apsari Anandari



Share Artikel:

Menggugah Lahirnya Kebijakan Kelanjutusiaan (Laporan Hasil Studi Demensia Bali 2018)

Lanjut usia yang melakukan aktivitas sosial atau bekerja memiliki tingkat prevalensi demensia jauh lebih rendah dibandingkan dengan lanjut usia yang tidak bekerja atau melakukan aktivitas sosial. Selain bekerja atau tidak bekerja, demensia juga dipengaruhi oleh jenis pekerjaan.

Sebanyak 43,8 persen lanjut usia dengan jenis pekerjaan sebagai pekerja keluarga atau membantu seseorang memperoleh penghasilan tetapi tidak dibayar, memiliki tingkat prevalensi paling tinggi, karena pekerjaan ini hanya memberikan sedikit stimuli pada otak. Sementara prevalensi paling rendah terjadi pada lansia yang berstatus sebagai pegawai swasta atau pegawai pemerintah.

Demikian di antara hasil Studi Demensia Bali 2018 yang dilakukan pada bulan Maret – April  2018 di 117 desa/kelurahan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali dengan jumlah responden 1.685 lanjut usia.  

Satu temuan lainnya adalah proporsi demensia responden lanjut usia Provinsi Bali mencapai 32% lebih tinggi dari proporsi demensia Daerah Istimewa Yogyakarta yang mencapai 20%.

Laporan selengkapnya dapat diunduh di sini.